Notification

×

Iklan

Prof Jamaluddin Jompa Pastikan Aktivitas Kampus Berjalan Normal

Thursday, August 6, 2026 | 04:18 WIB Last Updated 2026-08-05T20:18:55Z
Prof Jamaluddin Jompa saat memimpin rapat pimpinan Unsrat, Rabu (5/8).


MANADO, Komentar.co -
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara resmi menerbitkan Surat Perintah yang menunjuk Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Langkah Kemdiktisaintek ini diambil untuk menjamin keberlangsungan roda kepemimpinan serta menjaga stabilitas pelayanan di salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Sulawesi Utara tersebut.

Usai menerima mandat resmi, Prof. Jamaluddin Jompa langsung mengonsolidasikan jajaran pimpinan rektorat dan fakultas. Ia menjabarkan tujuh poin instruksi kerja serta tugas utama yang wajib menjadi tanggung jawab kolektif seluruh sivitas akademika Unsrat demi memastikan aktivitas kampus tetap berjalan normal, aman, dan kondusif.

Plt Rektor menegaskan bahwa prioritas utama dalam masa transisi ini adalah memastikan pemenuhan hak-hak mahasiswa tidak terganggu. Seluruh lini, mulai dari tingkat rektorat, fakultas, program pascasarjana, program studi, hingga unit birokrasi terkecil wajib memberikan pelayanan yang cepat dan transparan.

"Proses perkuliahan, registrasi administrasi, pengisian kartu rencana studi (KRS), pembimbingan, ujian, seminar, yudisium, hingga proses kelulusan dan wisuda harus tetap berjalan tepat waktu sesuai dengan kalender akademik yang berlaku," ujar Prof Jamaluddin.

Selain sektor pelayanan tri dharma perguruan tinggi, Plt Rektor memastikan bahwa urusan manajemen tata kelola administrasi umum, pos anggaran keuangan, kepegawaian, hingga hubungan kerja sama eksternal kampus tetap beroperasi secara normal tanpa hambatan birokrasi.

Menyikapi dinamika manajemen kelembagaan, Prof Jamaluddin meminta para wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, ketua lembaga penelitian, serta kepala biro untuk merapatkan barisan. Ia melarang keras adanya unit kerja yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi terpadu.

Guna memantau perkembangan dan kendala di lapangan, para pimpinan unit diwajibkan untuk menyampaikan laporan tertulis secara berkala. Kendati demikian, ia meminta kendala teknis operasional setingkat fakultas segera diselesaikan secara mandiri agar tidak terjadi penumpukan persoalan.

"Masalah yang bisa dituntaskan di tingkat fakultas harus segera diselesaikan di sana tanpa menunggu arahan universitas. Namun, jika ada persoalan strategis yang berdampak luas bagi institusi, wajib segera dilaporkan agar bisa kita tangani bersama secara cepat," tegasnya.

Guru besar yang akrab disapa Prof. JJ ini juga menaruh perhatian besar pada iklim internal kampus. Dirinya meminta Unsrat dijaga sebagai rumah bersama yang bebas dari gesekan atau konflik kepentingan non-produktif yang berpotensi merusak nama baik institusi.

Ia menekankan bahwa setiap riak perbedaan sudut pandang di internal kampus wajib diredam melalui koridor musyawarah dan mekanisme formal kelembagaan yang tersedia. Pimpinan institusi dituntut menjadi figur penyejuk yang mampu memberikan rasa aman bagi para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga orang tua mahasiswa.

"Setiap keputusan administratif yang kita ambil harus selalu mengutamakan kepentingan institusi, mahasiswa, dan masyarakat luas dengan tetap patuh pada hukum serta regulasi internal universitas. Kita harus membuktikan bahwa Universitas Sam Ratulangi adalah lembaga yang kuat, dewasa, dan mandiri dalam menghadapi situasi apa pun," pungkasnya. (*/ven)




Iklan

×
Berita Terbaru Update