![]() |
| Reses Anggota DPRD Sulut, Inggried Sondakh di Desa Kalasey Satu, Sabtu (1/8). Foto: Istiemewa |
MINAHASA, Komentar.co - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Fraksi Partai Golkar, Inggried Sondakh, menggelar agenda reses untuk menyerap aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa–Tomohon. Kegiatan tatap muka yang menghimpun keluhan dari lintas sektor tersebut dipusatkan di D'Mason, Desa Kalasey Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, pada Sabtu (1/8/2026).
Forum dialog terbuka ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga keterwakilan perempuan. Selain itu, kelompok tani, kelompok nelayan, serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut hadir guna menyampaikan langsung hambatan yang mereka hadapi di lapangan.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, isu kesejahteraan sosial dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu sorotan utama warga Mandolang. Masyarakat mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Sulut melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan para pekerja keagamaan.
Selain bantuan rehabilitasi dan pembangunan rumah ibadah, warga mendesak diadakannya program pelatihan khusus untuk meningkatkan kapasitas pelayanan para pekerja keagamaan serta para pelaku usaha lokal.Dukungan terhadap pemulihan ekonomi pascapandemi juga digaungkan oleh pelaku UMKM.
Mereka berharap Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut dapat memfasilitasi program pelatihan bagi para wirausahawan baru. Guna menunjang produktivitas, warga juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut mengucurkan bantuan stimulan berupa peralatan usaha bagi pelaku industri rumahan.
Sementara itu, sektor rill seperti pertanian dan perikanan tidak luput dari usulan warga. Kelompok tani lokal mengeluhkan keterbatasan sarana produksi dan meminta intervensi pemerintah dalam penyediaan pupuk, bibit tanaman hortikultura seperti jagung, cabai (rica), tomat, kacang-kacangan hingga kedelai. Petani juga mendesak pengadaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern, termasuk traktor tangan, alat tanam jagung, serta alat penyemprot (handsprayer).
Di sisi lain, kelompok nelayan mengharapkan adanya bantuan armada dan alat tangkap berupa perahu, mesin katinting, motor tempel, serta jaring ikan guna mendongkrak hasil laut mereka.
Menanggapi rentetan aspirasi lintas sektor tersebut, Inggried Sondakh menegaskan bahwa seluruh masukan yang telah disampaikan secara konstruktif ini akan segera diinventarisasi menjadi dokumen resmi fraksi. Berkas aspirasi ini nantinya akan dikawal ketat melalui mekanisme kelembagaan DPRD untuk disinkronisasikan dengan jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sulut.
"Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan diinventarisasi dan menjadi bahan masukan untuk diperjuangkan melalui mekanisme dan kewenangan yang dimiliki DPRD, serta dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait," ujar Sondakh.
Legislator Sulut ini menambahkan, realisasi dari usulan-usulan tersebut nantinya akan digodok dalam tahapan penganggaran daerah dengan tetap mengacu pada skala prioritas, pembagian kewenangan yang sah, kondisi ruang fiskal daerah, serta koridor hukum yang berlaku.
Pertemuan berkala ini diharapkan mampu mempererat fungsi representasi antara wakil rakyat dan konstituen demi memastikan program pembangunan ke depan tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di wilayah Minahasa dan Tomohon. (*/ven)
