Notification

×

Iklan

Rona Budaya Pekan Kedua: Gubernur Yulius Ajak Masyarkat Rawat Akar Budaya Sulawesi Utara

Monday, September 14, 2026 | 14:47 WIB Last Updated 2026-09-14T06:47:39Z
Rona Budaya Pekan Kedua di Museum Negeri Sulawesi Utara, Sabtu (12/9). Foto: Istimewa


SULUT, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Minahasa agar tidak tergerus zaman. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Yulius saat menghadiri gelaran Rona Budaya Sulut Pekan Kedua di Museum Negeri Sulawesi Utara, Sabtu (12/9/2026) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menekankan bahwa esensi kebudayaan Minahasa jauh lebih dalam daripada sekadar atribut fisik seperti tari-tarian, musik tradisional, pakaian adat, kuliner, maupun kerajinan tangan.

Menurutnya, warisan sesungguhnya terletak pada nilai, sejarah, falsafah hidup, serta semangat kebersamaan yang telah diturunkan antargenerasi.

"Menjaga budaya bukan hanya menjaga bentuk luarnya, tetapi juga menjaga nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Minahasa Raya memiliki kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Sulawesi Utara," kata Gubernur Yulius.

Acara yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Utara ini secara khusus mengangkat tema wilayah Minahasa Raya melalui "Pekan Maria Walanda Maramis".

Pemilihan nama pahlawan nasional perempuan tersebut sengaja dilakukan untuk merefleksikan semangat perjuangan, pendidikan, dan pemberdayaan sosial di masa kini.

Top eksekutif Sulut ini mengingatkan pentingnya platform Rona Budaya sebagai jembatan yang mempertemukan masyarakat, terutama kaum muda, dengan akar sejarah mereka sendiri.

Ia mengkhawatirkan tren masa kini di mana generasi penerus justru lebih fasih dengan kebudayaan asing dibanding kekayaan lokal seperti Kolintang, Musik Bambu, Tari Maengket, dan Tari Katrili.

"Kita ingin masyarakat semakin mengenal warisan leluhur. Terutama bagi generasi muda, jangan sampai mereka lebih mengenal budaya dari luar daripada mengenal budaya yang lahir dan tumbuh dari tanah tempat mereka berpijak," tegasnya.

Di akhir sambutan, Gubernur Yulius menggarisbawahi bahwa pemerintah hanya bertindak sebagai fasilitator yang membuka ruang dan memberikan dukungan fisik. Keberlangsungan sebuah peradaban lokal sepenuhnya berada di tangan masyarakat yang menghidupkannya dalam keseharian.

Dirinya menyerukan kolaborasi total dari sektor terkecil hingga tokoh struktural, mulai dari lingkungan keluarga, institusi sekolah, komunitas, sanggar seni, hingga keterlibatan aktif tokoh adat, budayawan, dan seniman.

"Budaya tidak akan hidup hanya karena dipentaskan, budaya akan hidup apabila dipraktikkan, dihargai, dan diwariskan. Melalui budaya dan semangat kebersamaan, mari kita terus bergerak bersama membangun Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan," tutupnya.

Diketahui, turut hadir pada Rona Budaya Sulut Pekan Kedua ini,  Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, Ketua Dekranasda Provinsi Sulut yang juga selaku Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Anik Yulius Selvanus, Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Merry Elisabeth Mailangkay-Kalalo, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Fransiscus Andi Silangen, bersama para Wakil dan Anggota DPRD Provinsi Sulut, FORKOPIMDA Provinsi Sulawesi Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Bapak Tahlis Gallang, SIP, MM, Ketua DWP Provinsi Sulut, Resky Amalia Gallang.

Hadir juga, para Walikota dan Bupati, Dekranasda Kabupaten/Kota, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dii Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut, Para Budayawan, Tokoh Adat dan Seniman serta Tokoh Masyarakat. (ven)


Post Views: 2156

Iklan

×
Berita Terbaru Update