MINUT, Komentar.co - Inilah salah satu bukti perbedaan antara Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sebelumnya dengan sosok Bupati yang baru. Jika pada hari ini, Selasa (27/04/2020) mantan Bupati Minut dipanggil Kejati Sulut atas dugaan korupsi proyek pemecah ombak, Bupati Minut yang baru malah dapat undangan kehormatan dari Presiden Republik Indonesia.
Sejak dilantik pada 26 Februari 2021 lalu, Bupati Joune Ganda (JG) dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung (KWL) tak pernah henti melakukan bermacam terobosan. Upaya memajukan berbagai sektor pembangunan terus digedor duo top eksektuif Minut ini.
Usai menerima sertifikat 'Elimanasi Malaria dari Kementrian Kesehatan di Hari Malaria Sedunia, Pemkab Minut kembali menerima surat undangan, dimana Bupati JG diundang untuk menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pengarahan Presiden Republik Indonesia (RI) kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara.
Bersama dengan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, SE. Bupati Minut juga turut menerima undangan dari Sekretariat Presiden RI.
"Ini merupakan suatu kebanggan menjadi undangan, sebab dari 15 Kabupaten/Kota yang ada di Sulut, Saya juga diundang di Rakor tersebut," sebut JG melalui pesan singkat WhatsApp.
Satu paket Sulut Hebat dan Minut Hebat, akhirnya berbuah hasil, ketika Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Utara menjadi terundang Istana Negara.
"Tentu ini merupakan langkah yang baik menuju Kabupaten Minut Hebat. Terimaksih kepada bapak Presiden Ir Joko Widodo dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE," ujar Bupati Joune Ganda. (Baker)
