MINUT, Komentar.co - Tahun demokrasi iman umat Kristen Protestan khususnya Jemaat Gereja Masehi Injil Minahasa (GMIM), bergulir.
Diketahui, seluruh Jemaat GMIM di Sulawesi Utara bahkan diwilayah lainnya, akan menggelar pesta demokrasi rohani yang berlandaskan iman, berupa pemilihan Pelayan Khusus (Pelsus), Jumat (15/10/2021), baik di tingkat kolom, dan Kompelka Bipra di Jemaat GMIM secara serentak, pada Minggu (17/10/21), pukul 15:00 witta.
Perayaan pesta iman ini ternyata tak luput dari perhatian dan rasa keterpanggilan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indoneaia (GMBI) Distrik Minahasa Utara.
"Sebagai rakyat Indonesia pengayom Pancasila dan UUD 45, kami merasa wajib mengawal dan menjaga setiap kegiatan rohani, terutama kegiatan agama yang diakui Pancasila dan UUD 45," tutur Harry Marcus Pinangkaan Ketua GMBI Distrik Minut.
Pihaknya, lanjut Harry, akan berkordinasi dengan TIN/Polri (Kodim 1310/Polres Minut, dalam berbagi informasi serta monitor antar satu sama lain demi mengawal suksesnya Pelsus 2021 ini.
"Untuk itu juga saya menghimbau kepada seluruh pengurus baik pimpinan, anggota dan simpatisan GMBI Distrik Minut, supaya saling bahu-membahu mensukseskan pemilihan pelayan khusus tersebut, baik di tingkat Jemaat (Kolom dan Kompelka Bipra ) dan di tingkat wilayah yang ada di Minahasa Utara," ajaknya.
Tindakan mengawal suksesi Pelsus ini juga, kata Pinangkaan, meeupakan kewajiban tanggungjawab moral setiap anggota GMBI, sesuai AD/ART LSM GMBI yang berlandaskan 4 pilar kebangsaan.
"Makanya setiap acara keagamaan GMBI harus terlibat langsung untuk mensukseskannya. Apalagi pengurus dan anggota LSM GMBI Disteik Minut terdiri dari berbagai latar belakang kepercayaan agama, suku dan tingkat sosial yang berbeda.
Ini dapat menjadi panutan ditengah masyarakat untuk mewujudkan dan meningkatkan toleransi antar umat beragama di Minut dan Sulawesi Utara pada umumnya yang sudah terkenal dengan kerukunan dan kedamaiannya," pungkasnya. (Baker)
