JABAR, Komentar.co - Peristiwa penyerangan terhadap tiga (3) anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan pengrusakan mobil berlogo GMBI di Karawang, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (24/11) dan viral di sosial media, membuat Howard Hendrik Marius Ketua LSM GMBI Sulawesi Utara (Sulut) geram bercampur kasihan terhadap nasib sesamanya yang tak berdaya diamuk massa berseragam, dihadapan aparat Polri.
Diketahui saat kejadian, 3 anggota GMBI yang lagi mencari makan diwilayah Karawang itu tiba-tiba dihadang kelompok ormas GMPI, Kompak, NKRI, dan LMP yang diduga kuat memakai senjata tajam, sehingga Ahmad Sudir (salah satu korban), meninggal dunia.
“Kepada saudara kita yang gugur kami ucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya," tutur Marius sembari mengatur nafas mengontrol kesedihan dan geramnya.
Sesuai tayangan video yang viiral di sosmed tentang peristiwa anarkis ini, Marius beranggapan ada keterlambatan dan bahkan pembiaran dari pihak Polres Karawang menghalau massa sehingga korban yang kalah banyak itu salah satunya harus kehilangan nyawanya.
“Polres Karawang harusnya dapat menindak tegas aksi anarkis sehingga tidak berlarut-larut sehingga massa yang sudah pergi, kembali lagi lakukan pengrusakan kendaraan milik Korban. Minimal kan buang tembakan sambil mengontak jajarannya," keluh Marius.Dikatakannya, apabila sejak awal polisi setempat melakukan deteksi dini dan berani melakukan tembakan peririgatan, sembari menghubungi rekannya minta dukungan lewat HT midalnya, mungkin kita tak perlu kehilangan Bung Ahmad Sudir," timpal aktivis vokal itu.
Ungkapan Howard Ketua LSM GMBI Wilter Sulut memang cukup beralasan apabila kita menonton peristiwa di TKP yang di upload di media sosial dan viral itu.
"Coba kita lihat di tayangan, peristiwa ini bukan kejadian yang terjadi secara spontan. Ketiga orang yang dihadang ormas gabungan itu, mereka tercecer dari rombongan, dan menuju ke ATM mengambil uang untuk makan. Tiba-tiba mereka bertiga diserang dan dikeroyok oleh ratusan orang yang tidak sebanding sehingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Ini ada indikasi upaya terstruktur dan sudah direncanakan," tukas Marius.
Diketahui sebelumnya, aksi damai LSM GMBI berjalan lancar, aman dan damai tanpa ada aksi maupun perlawanan dari semua pihak. Untuk itu saya mengecam keras kejadian itu, dan itu juga sudah dipersiapkan sehingga menggunakan senjata tajam yang melanggar UU Darurat No. 12 Tahun 1951.
“Kami meminta kepada Pak Kapolres Karawang untuk segera menangkap pelaku dan otak pelaku serta mengusut tuntas kejadian yang telah merenggut nyawa saudara kami,” desaknya.
Howard menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres Karawang lewat pesan Whats-App dan langsung direspon kapolres.
“Pak Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono menyampaikan turut berduka cita. Pihaknya sudah menangkap beberapa pelaku, Saat ini sedang dalam pengembangan. Siapa pun yang terbukti akan diproses hukum yang berlaku sesuai aturan di NKRI," tandasnya. (Maxci B)

