Notification

×

Iklan

Gubernur Yulius Gaungkan Semangat Bela Negara dan Peran Strategis Perempuan di Sulut

Monday, December 22, 2025 | 21:37 WIB Last Updated 2025-12-22T13:39:01Z

Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 dan Hari Ibu ke-97 dilingkup Pemprov Sulut

Gubernur Yulius Selvanus Komaling. Foto: Istimewa



SULUT, Komentar.co - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), memimpin upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Senin (22/12/2025).

Upacara berlangsung khidmat, dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), organisasi perempuan serta berbagai elemen masyarakat, menandai penegasan komitmen kebangsaan di Bumi Nyiur Melambai.


Gubernur Yulius pada kesempatan ini menekankan bahwa konsep bela negara memiliki spektrum yang luas, bukan hanya menjadi domain aparat pertahanan.


Top eksekutif Sulut ini menegaskan bahwa bela negara adalah kewajiban fundamental seluruh warga negara yang harus termanifestasi dalam tindakan nyata di berbagai sektor kehidupan.

“Bela negara adalah sikap dan tindakan yang dilandasi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta keyakinan pada Pancasila dan UUD 1945. Nilai-nilai ini harus hidup dan tercermin dalam keseharian kita,” tegas orang nomor satu di Sulut ini.


Momentum peringatan ini, menurut YSK, menjadi pijakan strategis untuk memperkokoh persatuan daerah, menjaga stabilitas, serta memastikan Sulawesi Utara tetap menjadi bagian integral yang aman dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Secara simultan, peringatan Hari Ibu ke-97 turut mendapatkan perhatian khusus dari orang nomor satu di Sulut tersebut. Gubernur YSK menyoroti peran krusial perempuan dalam pembangunan daerah dan pembentukan karakter bangsa.


“Perempuan dan ibu memiliki peran kunci dalam membentuk karakter generasi penerus serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Peran strategis ini harus terus didukung dan diberdayakan,” ujarnya, sembari menambahkan pentingnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan sosial-ekonomi.
(ven)


×
Berita Terbaru Update