Notification

×

Iklan

Langkah Konkret CTI-CFF: Membangun Masa Depan Ekonomi Biru dari Segitiga Karang

Friday, April 24, 2026 | 21:54 WIB Last Updated 2026-04-24T14:28:15Z
Diskusi bertajuk “Menggali Potensi Kerja Sama di Bidang Ekonomi Biru” di Sekretariat Regional CTI-CFF di Manado, Jumat (2442026). Foto: Istimewa  

MANADO, Komentar.co -
Duta besar dari lima Negara Anggota Inisiatif Segitiga Karang tentang Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF), bersama dengan para Duta Besar dari negara-negara mitra melakukan kunjungan diplomatik pada tanggal 23 dan 24 April 2026 di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.

Pertemuan yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar (Kemenlu) Republik Indonesia ini bertujuan mempertegas komitmen global dalam memajukan tata kelola kelautan yang berkelanjutan melalui skema Ekonomi Biru.

Kunjungan ini menjadi krusial karena menyelaraskan langkah berbagai negara dengan Rencana Aksi Regional (Regional Plan of Action/RPOA) 2.0 CTI-CFF.


Fokus utamanya adalah mempercepat implementasi kebijakan maritim yang tangguh di seluruh wilayah Segitiga Karang.

Selama dua hari, para delegasi meninjau langsung praktik ekonomi laut di berbagai titik strategis. Di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung dan PT Benteng Laut Sejahtera, peserta melihat peluang pengembangan industri perikanan berkelanjutan serta peran nyata sektor swasta.

Selain industri, aspek konservasi berbasis masyarakat ditunjukkan di Pulau Lembeh, yang menonjolkan perlindungan keanekaragaman hayati laut. Delegasi juga mengunjungi hutan mangrove di Desa Budo, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), untuk mempelajari pendekatan ekosistem dalam menjaga ketahanan iklim dan mata pencaharian pesisir.

Puncak kegiatan berlangsung pada Jumat (24/4/2026) di Sekretariat Regional CTI-CFF, Manado, melalui sesi diskusi bertajuk “Menggali Potensi Kerja Sama di Bidang Ekonomi Biru”.

Direktur Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI, Santo Darmosumarto, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengoptimalkan kekayaan laut Indonesia.

“Tujuan kami adalah membuka jalan kerja sama konkret dengan mitra internasional. CTI-CFF memiliki peran strategis untuk menjembatani kolaborasi regional ini,” ujar Santo, didampingi Direktur Kerja Sama Intra-Regional dan Inter-Regional, Febrian Irawati Mamesah.

Sementara, Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF, Dr. Frank Keith Griffin, menilai kunjungan ini mencerminkan peningkatan keterlibatan negara anggota dan mitra dalam mendukung RPOA 2.0.

“Dengan bekerja sama, kita dapat membuka potensi penuh Ekonomi Biru sekaligus menjamin keberlanjutan sumber daya laut bagi generasi mendatang,” kata Griffin.

Momentum diplomasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat solidaritas regional, tetapi juga menginspirasi tindakan nyata dalam menghadapi tantangan di sektor kelautan. Melalui kemitraan strategis ini, wilayah Segitiga Karang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi biru yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh di kancah global.

Diketahui, Inisiatif Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) adalah kemitraan multilateral dari enam negara (CT6), diantaranya; Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor-Leste, yang bekerja sama untuk melindungi Segitiga Karang, pusat keanekaragaman hayati laut global.

Sering disebut sebagai “Amazon Lautan,” Segitiga Karang merupakan rumah bagi 76% spesies karang yang dikenal di dunia (lebih dari 600 spesies karang pembentuk terumbu) dan 37% spesies ikan terumbu di dunia, yang mendukung mata pencaharian dan ketahanan pangan lebih dari 130 juta orang.

Melalui Rencana Aksi Regional (RPOA 2.0), CTI-CFF mendorong kolaborasi regional untuk melestarikan terumbu karang, memperluas kawasan lindung laut, memastikan perikanan berkelanjutan, dan membangun ketahanan terhadap perubahan iklim. Sekretariat Regional CTI-CFF, yang berbasis di Manado, Indonesia, mengkoordinasikan upaya kolektif ini—menyatukan pemerintah, mitra, dan masyarakat untuk memajukan ekonomi biru yang sehat, Tangguh dan inklusif di seluruh Segitiga Karang. (ven)




×
Berita Terbaru Update