![]() |
| Pembukaan Teluk Petta Boat Race Championship 2026, Sabtu (23/5). |
SANGIHE, Komentar.co - Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Melanchton Harry Wolff, resmi membuka kegiatan Teluk Petta Boat Race Championship 2026, Sabtu (23/5/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Melanchton menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih dari Bupati dan Wakil Bupati kepada Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopimda) Kepulauan Sangihe selaku inisiator acara.
Ia berharap kegiatan ini menjadi motor penggerak aktivitas sosial sekaligus memperkuat ekonomi kemasyarakatan lokal.
"Atas nama Pak Bupati dan Wakil Bupati, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras serta kolaborasi jajaran Dekopimda Kepulauan Sangihe sehingga kegiatan ini bisa terlaksana," ujar Sekda Melanchton.
Pemerintah daerah menargetkan agenda yang berlangsung selama beberapa hari ke depan ini dapat berjalan aman, tertib, dan sukses.
Melanchton optimis bahwa ajang balap perahu ini mampu menjadi batu loncatan strategis untuk mempromosikan Teluk Petta sebagai ikon wisata baru sekaligus pusat perdagangan regional.
Di sisi lain, Sekda Melanchton memaparkan sektor kelautan yang dinilai belum tergarap optimal.
Ia menjelaskan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sangihe yang saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian serta subsektor perkebunan dan kelautan sebesar 30 persen.
Namun, ia menyayangkan kontribusi murni dari sektor kelautan yang baru menyentuh angka 6 persen.
Menurutnya, angka tersebut tergolong sangat minim mengingat wilayah laut Sangihe masuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP) 716 yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Zona resmi ini mencakup potensi tangkap, pemanfaatan sumber daya, hingga kawasan konservasi laut di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud dan Sitaro.
Data resmi menunjukkan bahwa potensi tangkap di kawasan WPP 716 mencapai 480 ribu ton ikan per tahun. Faktanya, pemanfaatan riil saat ini baru menyentuh angka 19 ribu ton.
"Pemanfaatannya baru berkisar 5 persen. Angka ini menegaskan bahwa masyarakat Sangihe, Sitaro, hingga Talaud sebenarnya memiliki peluang yang luar biasa besar untuk mengelola kekayaan alam kelautan kita," jelasnya.
Melanchton menegaskan bahwa Teluk Petta Boat Race Championship 2026 bukan sekadar panggung kompetisi olahraga air biasa.
Event ini dirancang sebagai instrumen stimulan untuk menggairahkan roda ekonomi maritim di wilayah perairan tiga (3) kabupaten kepulauan di perbatasan ini.
Dirinya berharap atmosfer perlombaan ini mampu melecut motivasi para nelayan tradisional di tiga wilayah kepulauan perbatasan tersebut.
Melalui dampak berantai (multiplier effect) dari sektor pariwisata dan perdagangan selama acara berlangsung, kesejahteraan masyarakat pesisir diharapkan dapat langsung terdongkrak.
Diketahui, hadir pada kegiatan ini, anggota DPRD Provinsi Sulut, Vionita Kuera, Plt Ketua DPRD Sitaro, Alfrets Ronald Takarendehang, Anggota DPRD Sangihe, perwakilan Forkompinda Sangihe, para Staf Khusus Bupati, Pengurus Dekopimda Sangihe, Forkopincam Tabukan Utara, Pejabat dilingkup Pemkab Kepulauan Sangihe, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan serta masyarakat. (Yansa)
