Notification

×

Iklan

Sektor Informal Mendominasi, Wamenaker Dorong Pemuda Jadi Kreator Lapangan Kerja

Sunday, May 3, 2026 | 15:18 WIB Last Updated 2026-05-03T07:22:18Z
Wamenaker Afriansyah Noor saat menghadiri pelantikan Biru Muda Project bertajuk “UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026”, Sabtu (2/5). Dokumentasi: Biro Humas Kemnaker


JAKARTA, Komentar.co -
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyoroti struktur ketenagakerjaan Indonesia yang hingga kini masih didominasi oleh sektor informal.

Di tengah tantangan tersebut, pemerintah mendorong generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan aktif menciptakan lapangan kerja baru melalui inovasi dan kewirausahaan.


Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah saat memberikan sambutan dalam pelantikan Biru Muda Project bertajuk “UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026” yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

“Struktur ketenagakerjaan kita saat ini masih didominasi sektor informal dengan lebih dari 155 juta angkatan kerja berada di sana. Sementara itu, jutaan lainnya masih berjuang untuk terserap di pasar kerja resmi,” papar Wamenaker Afriansyah.

Menurutnya, salah satu kendala utama yang menghambat penyerapan tenaga kerja di sektor formal adalah adanya jurang pemisah (gap) antara kualitas lulusan dunia pendidikan dengan kebutuhan riil industri.

Ia menegaskan perlunya transformasi sumber daya manusia (SDM) yang lebih adaptif agar daya saing pemuda meningkat.

"Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angka statistik, tetapi mampu menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata. Di era digital ini, potensi mereka sangat besar untuk menjadi penggerak ekonomi," tambahnya.

Guna menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menetapkan empat pilar strategis sepanjang tahun 2026 untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional:

Transformasi Pelatihan Vokasi: Fokus pada program skilling (peningkatan keahlian) dan reskilling (pelatihan ulang) agar tenaga kerja tetap relevan.

Talent and Innovation Hub (TIH): Pengembangan pusat inovasi sebagai wadah kreativitas talenta muda.

Inklusivitas Pelatihan: Memperluas akses pelatihan kerja bagi seluruh kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Labor Productivity Clinics: Upaya konkret dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja secara nasional.

Selain keempat pilar tersebut, pemerintah juga gencar melakukan pendekatan inkubasi untuk mencetak wirausaha digital baru, terutama di sektor ekonomi kreatif dan industri hijau.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pihak swasta, Kemnaker optimistis dapat membangun iklim kerja yang mandiri dan berdaya saing global.

"Seluruh program ini merupakan strategi terintegrasi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan mampu bersaing di kancah internasional," tutup Afriansyah.
(BHK/Red)


×
Berita Terbaru Update