Notification

×

Iklan

Gubernur Yulius Ajak KGPM Berperan Aktif Hadapi Polikrisis Global

Tuesday, June 30, 2026 | 23:06 WIB Last Updated 2026-06-30T15:08:15Z
Pembukaan Sidang Raya XXXV KGPM, Selasa (30/6). Foto: Istimewa


MINAHASA, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menghadiri pembukaan Sidang Raya XXXV Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Kiawa Resort, Kabupaten Minahasa, Selasa (30/6/2026).

Kehadiran kepala daerah ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat kemitraan strategis bersama institusi keagamaan guna mendorong pembangunan daerah.

Pada kesempatan itu, Gubernur Yulius menyoroti urgensi tema yang diangkat dalam forum tertinggi KGPM tersebut, yakni "Gereja dan Kebangsaan di Tengah Polikrisis Global". Ia menilai gagasan ini sangat kontekstual karena menuntut peran aktif gereja di luar batas dinding tempat ibadah untuk menjawab tantangan riil masyarakat.

Top eksekutif Sulut ini menjelaskan bahwa fenomena polikrisis dunia saat ini ditandai oleh rentetan krisis multidimensi yang terjadi secara simultan dan saling memperkuat dampaknya di tingkat lokal.

Menurutnya, institusi gereja tidak dapat dipisahkan dari dinamika kebangsaan tersebut.

"Gereja bukan hanya hadir di dalam gedung ibadah, tetapi juga hadir di tengah dinamika masyarakat, menjawab tantangan zaman, serta menjadi terang dan garam bagi dunia," ujar Gubernur Yulius di hadapan para peserta sidang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi tekanan ekonomi dan sosial global. Kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama tokoh agama, menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Gubernur Yulius memetakan lima kontribusi krusial gereja sebagai mitra pemerintah, yaitu; Kualitas SDM, dimana peningkatan mutu individu melalui jalur pendidikan formal maupun informal, selanjutnya Kesehatan dan Sosial, dengan membangun kesadaran klinis serta keperdulian terhadap sesama, Pemberdayaan Ekonom, adanya pendampingan ekonomi domestik dan penguatan pelaku UMKM dan Ekologi dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup di tengah ancaman perubahan iklim serta Kamtibmas, dengan memperkuat fondasi sosial yang rukun, toleran, dan damai di Sulawesi Utara.

Orang nomor satu di Sulut ini optimistis sinergi yang solid antara pihak eksekutif dan gereja akan menghasilkan output pembangunan yang berimbang. Pembangunan tidak hanya bertumpu pada indikator pertumbuhan ekonomi makro, melainkan juga pada pembentukan karakter masyarakat yang bermoral tinggi.

Menutup penyampaiannya, Gubernur Yulius berharap Sidang Raya XXXV ini menjadi koridor evaluasi sekaligus perumusan program pelayanan KGPM yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. KGPM dituntut tetap peka terhadap kelompok masyarakat lemah, konsisten memperjuangkan keadilan, serta terus mengawal agenda kerukunan demi mewujudkan Sulawesi Utara yang maju dan berdaya saing. (*/ven)



×
Berita Terbaru Update