Notification

×

Iklan

Turun ke Perbatasan, Duo Top Eksekutif Sangihe Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Maksimal

Thursday, June 11, 2026 | 19:26 WIB Last Updated 2026-06-11T11:26:57Z
Bupati Michael Thungari bersama Wabup Tendris Bulahari dan Forkopimda Sangihe bersama anak-anak di Posko Pengugnsian, Kamis (11/6). Foto: Istimewa


SANGIHE, Komentar.co -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe bergerak cepat memastikan penanganan darurat bagi korban gempa tektonik bermagnitudo 7,7 berjalan optimal. Fokus utama peninjauan diarahkan ke Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, sebuah wilayah pulau di garis perbatasan Indonesia-Filipina yang menjadi titik terdampak paling parah pascabencana, Senin (08/06/2026) lalu.

Hingga Kamis (11/06/2026), ratusan warga Kampung Kawio dilaporkan masih bertahan di posko pengungsian akibat trauma runtuhnya bangunan dan intensitas gempa susulan yang masih terasa.


Kapitalaung (Kepala Desa) Kampung Kawio, Batin Mamintade, memaparkan tantangan geografis wilayahnya yang terbagi menjadi dua pulau, yakni Pulau Kawio dan Pulau Kemboreng.

Berdasarkan data awal dari total 177 KK (483 jiwa), tercatat puluhan rumah warga mengalami kerusakan fisik yang signifikan.


"Laporan singkat kami mencatat ada 55 unit rumah rusak berat, 16 unit rumah rusak sedang, dan 8 unit rumah rusak ringan. Untuk kepastian kategori detail kerusakan, kami akan menunggu hasil validasi dari tim teknis yang sudah dibentuk," ujar Batin Mamintade sembari mengapresiasi respons cepat jajaran pimpinan daerah.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari turun langsung meninjau posko pengungsian pada Kamis 11 Juni 2026.


Kehadiran duo top eksekutif Sangihe ini sekaligus membawa instruksi percepatan penanganan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan unsur Forkopimda Sulut.

"Pertama-tama, kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Kecamatan Marore, khususnya di Kampung Kawio. Namun, kita patut bersyukur kepada Tuhan, di tengah duka ini tidak ada korban jiwa satu orang pun. Bangunan bisa kita dirikan kembali, tetapi nyawa tidak akan pernah kembali," ungkap Bupati Michael Thungari saat berada di Posko pengungsian.


Dalam misi kemanusiaan ini, Pemkab Sangihe menyalurkan bantuan logistik merata hasil kolaborasi instansi vertikal, BUMN, dan BUMD seperti Bank SulutGo, Bank BRI, PLN, serta Pertamina. Distribusi logistik darurat berupa tenda, tikar, matras, beras, hingga makanan anak dijadwalkan menyisir tiga pulau di Kecamatan Kepulauan Marore, dimulai dari Kampung Kawio, kemudian berlanjut ke Marore dan Matutuang.


Bupati Thungari menegaskan seluruh warga di wilayah tersebut akan menerima paket bantuan guna menjaga solidaritas sosial di tengah masa sulit.

"Semua warga akan dapat, namun yang terdampak porsinya tentu lebih banyak. Dalam situasi seperti ini, tetangga satu kampunglah yang pertama saling menolong. Mari jaga persatuan dan saling baku bae (berbuat baik)," pesannya.


Selain kebutuhan pangan dan papan, sektor kesehatan menjadi prioritas intervensi. Pemkab Sangihe telah menerjunkan tim dokter dan perawat ke lokasi pengungsian. Guna mengantisipasi dampak kesehatan jangka panjang, Dinas Kesehatan diinstruksikan menyiagakan tenaga medis melalui sistem piket bergantian, satu orang per bulan, yang dijadwalkan menetap di pulau tersebut hingga Desember nanti dan akan diperpanjang ke tahun depan.


Langkah ini diambil agar penanganan medis darurat dapat diselesaikan di lokasi sebelum pasien dirujuk ke faskes yang lebih besar di Marore atau Tahuna.

Terkait proses rekonstruksi pemukiman, tim teknis dari dinas terkait kini telah berada di lapangan untuk melakukan verifikasi, validasi, serta kalkulasi fisik bangunan secara objektif.


Orang nomor satu di Sangihe ini meminta masyarakat bersabar menanti material bangunan yang sedang dipercepat pengadaannya sesuai dengan regulasi yang berlaku.


Bupati Thungari pada kesempatan itu juga memberikan edukasi penting mengenai keselamatan jangka panjang. Dari pengamatan di lapangan, mayoritas rumah yang roboh dinilai belum memenuhi standar struktur bangunan tahan gempa.


Ia mengimbau agar proses pembangunan kembali nanti mengutamakan kekuatan struktur demi keselamatan warga di masa depan.Rangkaian kunjungan darurat tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari BPBD serta Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diserahkan langsung oleh Bupati Michael Thungari kepada perwakilan warga terdampak. (Yansa)





×
Berita Terbaru Update