MINSEL, Komentar.co - Dihadapan peserta LK3G (Latihan Kepemimpinan Kristiani dan Kepelayanan Gereja) yang diselenggarakan di Gereja GMIM Efrata Rumoong Bawah, Senin (22/11/2021), Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar (FDW) dengan tegas mengingatkan seluruh jajarannya agar melayani masyarakat dan jangan bertele-tele.
Menurut Bupati Franky Wongkar, birokrat harus bekerja dengan birokrasi yang benar dan tepat. Selain itu juga revolusi mental dan paradigma pelayanan benar-benar wajib dibenahi, jangan sampai pemerintah justru memberatkan masyarakat.
"Pelayanan dalam kepengurusan surat izin, keterangan, administrasi kependudukan harus dirombak. Dulunya terkesan dipersulit oleh oknum-oknum ASN ini yang sedang kami bereskan," ujar Bupati Wongkar mengingatkan.
"Jangan cuma seharusnya satu hari so klar kong mo putar-putar akang jadi satu minggu," sambungnya.
Lanjut Bupati FDW menghimbau pada masyarakat agar melaporkan kepadanya jika didapati oknum ASN yang menyebarkan berita-berita hoax (bohong). Sebab Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi corong dan pemersatu.
"Saya akan evaluasi oknum ASN jika ada yang menyebarkan kabar atau berita yang tidak benar. Seharusnya seorang ASN harus tahu fungsi dan tugas birokrasi yaitu untuk kebijakan publik, pelayanan publik, perekat dan pemersatu bangsa," tegasnya.
Top eksekutif Minsel ini mengingatkan, pelayanan kepada masyarakat harus dengan tulus dan bertanggung jawab. Bukannya menyebarkan hal-hal yang tidak benar sehingga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah tidak lagi di percaya.
"Ingat negara menjamin kepercayaan warganya yang bertujuan melindungi, melayani, memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat itu sendiri," ucap Bupati Wongkar. (MerTM)