Notification

×

Iklan

Tamuntuan Dorong Kader PKK Sulut Berperan Aktif Turunkan Angka Stunting

Monday, February 26, 2024 | 19:33 WIB Last Updated 2024-02-27T11:42:56Z
Ir Rita Maya Dondokambey - Tamuntuan, Ketua TP PKK Sulawesi Utara. Foto: Istimewa


MANADO, Komentar.co -
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulawesi Utara (Sulut) Ir Rita Tamutuan membuka dan memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Keluarga Sehat Gagah Bencana Provinsi Sulut di Three R Hotel Manado, Senin (26/2/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program TP-PKK pokja 4. Kesempatan itu, Rita menerangkan terdapat 9 pilot project di antaranya dalam bidang kesehatan yakni peduli stunting, perilaku hidup bersih sehat, kesehatan ibu dan anak, siaga kebakaran lingkungan, serta tanggap dan tangguh bencana alam.

Sementara untuk bidang perencanaan sehat, yakni memuju keuangan sehat dan mewujudkan keluarga sehat.

“Kita pilih mana yang jadi prioritas dari sembilan pilot project yang ada, supaya tentu kita melihat kondisi yang ada di masing-masing daerah, mana yang perlu diperbaiki sehingga terjadi peningkatan atau perubahan derajat kesehatan lebih baik dari kondisi sebelumnya,” ungkapnya.

“Kalau bisa menjalankan 9 pilot tentu lebih bagus. Tapi di 15 kabupaten kota dilihatlah mana yang lebih penting,” lanjutnya.

Istri tercinta Gubernur Sulut, Olly Dondokambey ini menjelaskan, gerakan PKK keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana merupakan strategi untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan. Dan perlu diketahui bahwa prioritas utama nasional pencegahan dan penurunan stunting yang juga program prioritas Pokja 4.

“Permasalahan stunting masih menjadi fokus pemerintah saat ini, karena prevalensi angka stunting yang masih cukup tinggi,” imbuhnya.

Tamuntuan menuturkan, perlu dilakukan aksi nyata dalam upaya penurunan stunting.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, anggota PKK diharapkan mampu berperan aktif untuk memberikan hasil kerja nyata kepada masyarakat dalam menurunkan angka stunting dengan melakukan intervensi sensitif dan spesifik lewat pelaksanaan pilot project,” tandasnya.(*/ven)




×
Berita Terbaru Update