Notification

×

Iklan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Museum Negeri Sulawesi Utara

Saturday, May 23, 2026 | 01:49 WIB Last Updated 2026-05-22T17:49:18Z
Peresmian Museum Negeri Sulut, Jumat (22/5). Foto: Istimewa


MANADO, Komentar.co -
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon meresmikan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang terletak di Kecamatan Wenang, Kota Manado, pada Jumat (22/5/2026) malam.

Museum ini bertransformasi total melalui proyek revitalisasi bernilai Rp14 miliar dengan mengusung konsep alur cerita (storyline) interaktif, menjadikannya sebagai pusat edukasi dan kebudayaan modern di Bumi Nyiur Melambai.

Pembenahan cagar budaya ini memadukan unsur tradisional, konvensional, serta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menghidupkan kembali narasi sejarah lokal di era digital.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dalam sambuntannya menegaskan bahwa kehadiran museum ini merupakan pencapaian sekaligus kebanggaan besar bagi masyarakat Sulut.

Ia menyatakan, seluruh jajaran pemerintah bersama sejarawan dan budayawan lokal telah melalui proses panjang untuk menyusun dan mengarsipkan kembali data-data historis daerah secara akurat.

"Cukup lama kepala dinas dan jajaran mengumpulkan sejarawan serta budayawan se-Sulawesi Utara. Hasilnya, 90 persen data kini sudah tercatat dengan rapi. Tempat ini memadukan nilai tradisional, konvensional, dan modern melalui teknologi AI agar generasi muda wajib hadir di sini untuk mengenal rekam jejak masa lalu hingga masa kini," kata Gubernur Yulius.

Sementara, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen dan kerja keras Gubernur Sulut beserta jajaran. Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Kebudayaan berjanji akan mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun anggaran mendatang guna mendongkrak fasilitas museum ke standar tertinggi di Indonesia.

Dalam arahannya, Fadli Zon menekankan bahwa museum di era modern tidak boleh lagi sekadar menjadi ruang pameran statis yang kaku. Fasilitas ini harus bertransformasi menjadi ruang publik (civic space) yang ramah, nyaman, serta mampu menggerakkan roda ekonomi berbasis budaya.

"Kita perlu menggerakkan generasi muda, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, untuk mencintai museum. Untuk membangun ekosistem yang hidup, di museum ini juga perlu disediakan kedai kopi (coffee shop) dan gerai suvenir (merchandise). Koleksi yang ada dapat diekspresikan menjadi produk bernilai ekonomi," ujar Fadli.

Ia mencontohkan keberhasilan revitalisasi museum di Jakarta yang mampu mendongkrak angka kunjungan berbayar hingga 400 persen melalui aktivasi pameran berkala.

Dengan tata kelola yang komprehensif, Fadli meyakini Museum Negeri Sulut dapat menjadi destinasi wisata utama sekaligus contoh konkret (benchmark) bagi provinsi lain di Indonesia.

Diketahui, acara peresmian diawali dengan khidmat melalui doa lintas agama yang dipimpin oleh enam tokoh agama.

Kehadiran rombongan menteri disambut semarak dengan pementasan Tari Kabela asal Bolaang Mongondow sebagai simbol penghormatan bagi tamu agung, yang dilanjutkan dengan pertunjukan teater bertajuk "Abadi Budaya".

Sebagai bentuk penguatan seni lokal, pemerintah menyerahkan bantuan alat musik tradisional kolintang kepada tujuh sanggar seni yang tersebar di wilayah Minahasa Utara, Minahasa, Bitung, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, dan Tomohon.

Momen bersejarah ini juga ditandai dengan peluncuran program perlindungan jaminan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 pekerja seni dan tokoh budaya di Sulawesi Utara. Langkah proteksi bagi para pelaku adat dan seniman ini tercatat sebagai program jaminan sosial pionir dan yang pertama kalinya diterapkan di Indonesia.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi pengguntingan pita serta peninjauan langsung ke dalam ruang koleksi museum oleh Menteri Fadli Zon bersama Gubernur Yulius Selvanus dan jajaran pejabat dilingkup Pemprov Sulut. (*/ven)


×
Berita Terbaru Update