Notification

×

Iklan

Seni Tradisi dan Sejarah Perjuangan Menyatu di Festival Bantik 2026

Monday, July 27, 2026 | 12:27 WIB Last Updated 2026-07-27T04:27:26Z
Prosesi Upacara Adat pada Pembukaan Festival Seni dan Budaya Bantik, yang dipusatkan di Lapangan Bantik, Bengkol, Kota Manado, Jumat  (24/7). Foto: Istimewa


MANADO, Komentar.co -
Pembukaan Festival Seni Budaya Bantik 2026 berlangsung meriah di Lapangan Bantik, Bengkol, Kota Manado, Jumat (24/7/2026). Pergelaran ini jugg diselenggarakan secara khusus untuk memperingati 77 tahun gugurnya Pahlawan Nasional asal Sulawesi Utara, Robert Wolter Mongisidi.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sekdaprov Sulut) Tahlis Gallang yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), jajaran pejabat di lingkup Pemprov Sulut, para tokoh adat, budayawan, serta masyarakat suku Bantik se-Sulawesi Utara.


Ketua Panitia Pelaksana, Albert Mokodongan SE, menyatakan bahwa festival ini dirancang bukan sekadar sebagai panggung hiburan, melainkan sebagai ruang edukasi untuk melestarikan tradisi sekaligus merekatkan kembali nilai-nilai perjuangan bangsa kepada generasi muda.

"Festival ini menjadi bukti autentik bahwa kebudayaan Bantik tetap hidup dan mengakar di tengah masyarakat. Melalui momentum ini, generasi muda mendapatkan ruang nyata untuk mengenal, mencintai, dan mewarisi adat leluhur mereka," kata Albert Mikodongan.


Albert juga menekankan pentingnya menyelaraskan aspek kebudayaan dengan semangat nasionalisme. Menurutnya, keteladanan Robert Wolter Mongisidi harus diimplementasikan oleh masyarakat modern dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Budaya, lanjut Albert, merupakan fondasi identitas bangsa yang tidak boleh luntur oleh perkembangan zaman.


Di tempat yang sama, Sekdaprov Sulut Tahlis Gallang menyampaikan apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas inisiatif masyarakat Bantik. Pemerintah menilai kolaborasi antara pertunjukan seni tradisi dan visualisasi sejarah perjuangan Robert Wolter Mongisidi merupakan langkah strategis dalam membangun karakter bangsa.

"Pemerintah Provinsi sangat mendukung penuh kegiatan ini. Festival Budaya Bantik 2026 sukses menjadi momentum penting dalam memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kearifan lokal, sekaligus memperluas wawasan sejarah mengenai kontribusi besar masyarakat Bantik dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia," kata Tahlis saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Yulius Selvanus.


Sepanjang pembukaan kegiatan, masyarakat yang memadati Lapangan Bantik mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat dan antusias.

Panitia menampilkan beragam kekayaan adat suku Bantik, mulai dari pagelaran seni tari tradisional, visualisasi sejarah, hingga pemaparan nilai-nilai filosofi leluhur yang disuguhkan secara komprehensif kepada para pengunjung.

Berikut rangkaian lengkap kegiatan Festival Seni Budaya Bantik tahun 2026:

1. Upacara Adat Manahumama – Berlangsung di Bengkol, Jumat, 24 Juli 2026.

2. Upacara Tabur Bunga dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis – Dilaksanakan di Lapangan Bantik, Malalayang, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.


3. Lomba Tarian Mahamba antar 11 Desa Bantik dan Lomba Baca Puisi (Tingkat SMA) Karya Robert Wolter Mongisidi – Bertempat di Atrium Manado Town Square 3 pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Puncak peringatan dan festival ini direncanakan akan digelar secara besar-besaran pada hari Sabtu, 5 September 2026, bertempat di Pohon Kasih, Kawasan Megamas Manado.
(*/ven)




Iklan

×
Berita Terbaru Update